Rabu, 05 November 2014

Ceritaku :)



CINTAKU YANG BERAWAL DARI FACEBOOK
                Hoammmmm  ... Terbangun aku dari tidurku yang nyenyak. Pagi ini pagi yang sangat cerah. Mentari memancarkan sinarnya. Seakan-akan ingin menyapaku. “Pagi Dunia” ucapku dari jendela kamarku. Begitu Indah Ciptaan ALLAH SWT. Aku langsung bergegas untuk mandi, dan mengenakan seragam sekolah, lalu ke ruang makan untuk sarapan yang telah di siapkan Ibu untuk aku. Selesainya sarapan aku langsung berangkat kesekolah, dengan naik angkutan umum dan berjalan sedikit untuk sampai di sekolahan ku.
                Seperti hari-hari biasanya aku disekolahan bergaul dengan sahabat-sahabatku dan bercanda tawa bersama dengan nya. Aku sangat senang mempunyai sahabat seperti mereka yang menerima aku apa adanya. Bel pulang sekolah berbunyi dan aku seperti biasa langsung pulang karena bis yang aku tumpangi tepat jam dua lewat depan sekolahan saya, lebih dari jam dua aku sudah ketinggala bis, dan harus menunggu satu jam lagi.
                Setelah sampai di rumah, aku makan siang dulu, lalu aku langsung masuk ke kamar untuk membuka facebook seperti hari hari sebelumnya. Ternyata ada inbok satu inbok baru yang ada di facebook aku.
From     : Oki Prasetya
To           : Dyana
ð  Hay cewek J

Aku kaget .. dan penasaran .. lalu aku melihat profil dia terlebih dahulu sebelum aku balas karena aku ingin melihat apakah laki-laki itu baik baik atau nakal. Setelah aku selidiki ternyata laki-laki itu sepertinya anak baik-baik, dan aku simpatik kepada nya. Lalu au berniat untuk membalas inbok dari dya.

From     : Dyana
To           : Oki Prasetya
ð  Hay juga J

From     : Oki Prasetya
To           : Dyana
ð  Boleh kah kita berteman ? nama kamu siapa ?

From     : Dyana
To           : Oki Prasetya
ð  Iya boleh, nama ku Dyana, kamu ?

From     : Dyana
To           : Annisa Maulid
ð  Terimakasih cantik, namaku Oki. Boleh aku minta nomer HP Kamu ?

Sempat aku berfikir sejenak, karena aku tidak pernah memberi nomer ke seseorang yang belum pernah aku kenal sama sekali. Tetapi kali ini ada sesuatu yang mendorong aku untuk memberikan nomer HP ku ke dia. Akhirnya aku memutuskan untuk memberikan nomer ke dia.

From     : Annisa Maulid
To           : Oki Prasetya
ð  Boleh, ini 08xxxxxxxxxx

From     : Oki Prasetya
To           : Annisa Maulid
ð  Terimakasih, inbokannya kita lanjut di sms saja ya, soalnya aku mau off.

Dari situlah aku kenal dengan Oki, setiap hari dia menghubungiku dan memberikanku perhatian yang lebih, dan membuatku senang. Beberapa hari kami pendekatan lewat media telepone akhirnya kami memutuskan untuk bertemu, dia menjemputku di bawah rumahku, karena sebelumnya dia sudah aku beri peta rumahku. Kami langsung menuju salah satu tempat yang nyaman untuk bercerita dan pendekatan lebih dalam lagi. Disana kami bercanda, tertawa bahagia. Aku merasa sangat nyaman ada didekat dia. Ditengah –tengah canda tawa dia mengubah ekspresi wajah dengan wajah yang serius dan menyatakan kalau dia sayang sama aku. Dia lalu menembakku. Perasaanku tidak karuan, antara senang dan bingung harus berkata apa. Aku juga menyayanginya. Kemudian akhirnya aku juga mengungkapkan perasaanku dan mulai menerimanya. Tepat tanggal 10 Mei 2014 aku menjalin hubungan bersama dia. Aku senang.
Selang beberapa lama kami ditempa sebuah situasi yang membikin kami berdua semakin jauh. Karena dia akan bekerja di Jakarta, pekerjaan  yang diberikan dari sekolah dia.Aku sempat takut jika harus kehilangannya, tetapi dia menyakinkanku bahwa dia akan tetap menyayangiku untuk selamanya. Aku belum bisa percaya walaupun dia sudah menyakinkanku. Setelah berfikir panjang aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan dia.  Tetapi dia tidak menyetujuinya.  Saat itu aku bingung harus bagaimana.  Kurang satu minggu lagi dia pergi ke Jakarta.
Bagaimanapun juga saat itu aku harus mengakhiri hubungan dengan dia, aku tidak urusan dengan perkataan dia, aku tetap mengabaikanya, karena aku takut sakit hati yang berulang kalinya.  Karena  jika aku terusin hubungan ini, kami akan bertemu dua bulan sekali.  Dengan terpaksa saat itu juga aku langsung menghapus nomer dia dari kontak HP aku. Setiap hari dia mencoba untuk menghubungiku tetapi tetap aku abaikan.
Lambat laun bukannya aku rela melepaskannya malah aku semakin sakit untuk melepasnya.  Aku sangat mencintainya.  Tetapi malah akhir-akhir ini dia sudah jarang menghubungiku, mungkin dia lelah karena selalu aku abaikan. Selang beberapa minggu dia mengubungiku kembali.  Dia menjelaskan mengapa dia jarang menghubungiku karena dia sibuk dengan perkejaannya. Aku mencoba untuk mengerti.  Dia memintaku untuk kembali bersamanya lagi.  Dan aku juga menyetujuinya karena aku sangat mencintainya.
Pada saat dia kembali lagi ke Semarang,dia mengajaku untuk bertemu lagi.  Dia ingin mengatakan bahwa dia tulus menyayangiku. Setelah kami bertemu kamipun saling meluapkan perasaan masing-masing dan berjanji untuk tetap setia dan saling menyayangi.
Kami bertemu dua bulan sekali,  tapi kami tetap saling percaya. Maka tidak ada satu pun yang dapat menghalangi cinta kami hingga sekarang. Jadi, kunci dari ketahan cinta itu adalah KEPERCAYAAN J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar