CINTAKU YANG BERAWAL DARI FACEBOOK
Hoammmmm ... Terbangun aku dari tidurku yang nyenyak. Pagi
ini pagi yang sangat cerah. Mentari memancarkan sinarnya. Seakan-akan ingin
menyapaku. “Pagi Dunia” ucapku dari jendela kamarku. Begitu Indah Ciptaan ALLAH
SWT. Aku langsung bergegas untuk mandi, dan mengenakan seragam sekolah, lalu ke
ruang makan untuk sarapan yang telah di siapkan Ibu untuk aku. Selesainya
sarapan aku langsung berangkat kesekolah, dengan naik angkutan umum dan
berjalan sedikit untuk sampai di sekolahan ku.
Seperti hari-hari biasanya aku
disekolahan bergaul dengan sahabat-sahabatku dan bercanda tawa bersama dengan
nya. Aku sangat senang mempunyai sahabat seperti mereka yang menerima aku apa
adanya. Bel pulang sekolah berbunyi dan aku seperti biasa langsung pulang
karena bis yang aku tumpangi tepat jam dua lewat depan sekolahan saya, lebih
dari jam dua aku sudah ketinggala bis, dan harus menunggu satu jam lagi.
Setelah sampai di rumah, aku
makan siang dulu, lalu aku langsung masuk ke kamar untuk membuka facebook
seperti hari hari sebelumnya. Ternyata ada inbok satu inbok baru yang ada di
facebook aku.
From : Oki Prasetya
To : Dyana
ð
Hay cewek J
Aku kaget .. dan penasaran .. lalu aku melihat profil dia terlebih dahulu
sebelum aku balas karena aku ingin melihat apakah laki-laki itu baik baik atau
nakal. Setelah aku selidiki ternyata laki-laki itu sepertinya anak baik-baik,
dan aku simpatik kepada nya. Lalu au berniat untuk membalas inbok dari dya.
From : Dyana
To : Oki Prasetya
ð
Hay juga J
From : Oki Prasetya
To : Dyana
ð
Boleh kah kita berteman ? nama kamu siapa ?
From : Dyana
To : Oki Prasetya
ð
Iya boleh, nama ku Dyana, kamu ?
From : Dyana
To : Annisa Maulid
ð
Terimakasih cantik, namaku Oki. Boleh aku minta
nomer HP Kamu ?
Sempat aku
berfikir sejenak, karena aku tidak pernah memberi nomer ke seseorang yang belum
pernah aku kenal sama sekali. Tetapi kali ini ada sesuatu yang mendorong aku
untuk memberikan nomer HP ku ke dia. Akhirnya aku memutuskan untuk memberikan
nomer ke dia.
From : Annisa Maulid
To : Oki Prasetya
ð
Boleh, ini 08xxxxxxxxxx
From : Oki Prasetya
To : Annisa Maulid
ð
Terimakasih, inbokannya kita lanjut di sms saja
ya, soalnya aku mau off.
Dari situlah aku kenal dengan Oki, setiap hari dia menghubungiku dan
memberikanku perhatian yang lebih, dan membuatku senang. Beberapa hari kami
pendekatan lewat media telepone akhirnya kami memutuskan untuk bertemu, dia
menjemputku di bawah rumahku, karena sebelumnya dia sudah aku beri peta
rumahku. Kami langsung menuju salah satu tempat yang nyaman untuk bercerita dan
pendekatan lebih dalam lagi. Disana kami bercanda, tertawa bahagia. Aku merasa
sangat nyaman ada didekat dia. Ditengah –tengah canda tawa dia mengubah
ekspresi wajah dengan wajah yang serius dan menyatakan kalau dia sayang sama
aku. Dia lalu menembakku. Perasaanku tidak karuan, antara senang dan bingung
harus berkata apa. Aku juga menyayanginya. Kemudian akhirnya aku juga
mengungkapkan perasaanku dan mulai menerimanya. Tepat tanggal 10 Mei 2014 aku
menjalin hubungan bersama dia. Aku senang.
Selang beberapa lama kami ditempa sebuah situasi yang membikin kami
berdua semakin jauh. Karena dia akan bekerja di Jakarta, pekerjaan yang diberikan dari sekolah dia.Aku sempat
takut jika harus kehilangannya, tetapi dia menyakinkanku bahwa dia akan tetap
menyayangiku untuk selamanya. Aku belum bisa percaya walaupun dia sudah
menyakinkanku. Setelah berfikir panjang aku memutuskan untuk mengakhiri
hubungan dengan dia. Tetapi dia tidak
menyetujuinya. Saat itu aku bingung
harus bagaimana. Kurang satu minggu lagi
dia pergi ke Jakarta.
Bagaimanapun juga saat itu aku harus mengakhiri hubungan dengan dia, aku
tidak urusan dengan perkataan dia, aku tetap mengabaikanya, karena aku takut
sakit hati yang berulang kalinya.
Karena jika aku terusin hubungan
ini, kami akan bertemu dua bulan sekali.
Dengan terpaksa saat itu juga aku langsung menghapus nomer dia dari
kontak HP aku. Setiap hari dia mencoba untuk menghubungiku tetapi tetap aku
abaikan.
Lambat laun bukannya aku rela melepaskannya malah aku semakin sakit untuk
melepasnya. Aku sangat
mencintainya. Tetapi malah akhir-akhir
ini dia sudah jarang menghubungiku, mungkin dia lelah karena selalu aku
abaikan. Selang beberapa minggu dia mengubungiku kembali. Dia menjelaskan mengapa dia jarang
menghubungiku karena dia sibuk dengan perkejaannya. Aku mencoba untuk
mengerti. Dia memintaku untuk kembali
bersamanya lagi. Dan aku juga menyetujuinya
karena aku sangat mencintainya.
Pada saat dia kembali lagi ke Semarang,dia mengajaku untuk bertemu
lagi. Dia ingin mengatakan bahwa dia
tulus menyayangiku. Setelah kami bertemu kamipun saling meluapkan perasaan
masing-masing dan berjanji untuk tetap setia dan saling menyayangi.
Kami bertemu dua bulan sekali,
tapi kami tetap saling percaya. Maka tidak ada satu pun yang dapat
menghalangi cinta kami hingga sekarang. Jadi, kunci dari ketahan cinta itu
adalah KEPERCAYAAN J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar